pembangunan jembatan merak bakahuni | Wayan Fais

pembangunan jembatan merak bakahuni

pembangunan jembatan merak bakahuni

Pemancangan tiang pertama (ground breaking)  pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera direncanakan akan dilakukan pada akhir 2013 atau awal tahun 2014 mendatang. 

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, di sela-sela acara silaturahmi dan konsolidasi Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Banten, di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN  Banten, di Kota Serang, Minggu (8/1).

Hatta mengungkapkan, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Tim Nasional Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Artinya akhir 2013 mendatang, pembangunan JSS sudah bisa dilaksanakan.

Dia menjelaskan bahwa setelah Keppres tersebut ditandatangani oleh Presiden maka, langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti megaproyek tersebut oleh yang memprakarsai proyek JSS, dalam hal ini Provinsi Banten dan Provinsi Lampung. Kedua provinsi ini akan membentuk konsorsium dan selanjutnya mengembangkan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan terhadap rencana pembangunan JSS tersebut.

“Kedua provinsi itu juga mengembangkan pendanaan dan pemerintah pusat akan mem-back up-nya. Sehingga kita harapkan pada akhir 2013 atau awal 2014 pembangunan JSS sudah mulai ground breaking,” kata Hatta.

Hatta mengungkapkan, bahwa jembatan sepanjang 29 kilometer ini diprediksi akan menelan dana Rp 140 triliun.  Anggaran sebanyak itu termasuk dana untuk membangun rel kereta api dengan jalur ganda (double track). Fondasi jembatan itu bisa dimulai pada tahun 2013 atau 2014 mendatang dan selesai dibangun pada tahun 2020.

“Pembangunan JSS ini bisa menjadi ikon kebangkitan kita, karena mampu membangun jembatan terpanjang di dunia. Selain itu, jembatan ini akan menggunakan teknologi baru,  sehingga bisa dipastikan dengan kekuatan bangunannya maka bisa tahan gempa hingga 9 skala Richter,” katanya.

Dijelaskan Hatta, pembangunan JSS akan membawa multiplier effect bagi masyarakat di kedua daerah tersebut, dalam hal ini Provinsi Banten dan Provinsi Lampung. Apalagi pemerintah juga telah mengeluarkan rencana penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di kawasan Banten Selatan (Bansel). Dengan adanya KEK Pariwisata tersebut  diharapkan dapat membuka masalah keterisolasian masyarakat Bansel.

Sementara itu, Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah mengatakan, pihaknya meminta pemerintah pusat untuk terus memberikan dukungan, program percepatan pembangunan di Provinsi Banten. Menurut Atut, kehadirannya dalam acara konsolidasi dan silaturahmi PAN di Kantor DPW PAN di Jalan Raya Taktakan, Kota Serang tersebut dalam upaya koordinasi antara Pemprov Banten dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini, Menteri Koordinator Perekonomian untuk menindaklanjuti program bersama dalam pembangunan KEK dan pembangunan JSS.

Gubernur mengaku, selain KEK, JSS yang merupakan program gabungan antara Pemerintah Pusat, Pemprov Banten, dan Pemprov Lampung juga, akan segera diupayakan percepatan pembangunannya. “Perhatian Menteri Koordinator Perekonomian terhadap program Pemprov Banten sangat luar biasa, salah satunya adalah program pembangunan KEK dan JSS. Oleh karena itu, kesempatan dukungan tersebut tidak boleh disia-siakan. Tentunya dengan membuat program percepatan pembangunan, yang mengarah kepada kesejahteraan masyarakat Banten,” katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan rencana, pembangunan  JSS akan terhubung dengan jalan tol Jakarta-Merak dan rencana pembangunan jalan tol Cilegon-Ciwandan sepanjang 14 kilometer serta rencana jalan tol Bakauheni-Bandar Lampung-Metro sepanjang sekitar 80 kilometer. Jembatan Selat Sunda akan dibangun dengan dua sistem, yaitu jembatan gantung ultrapanjang dari baja (untuk melangkahi palung-palung lebar) dan viaduct beton pracetak balanced cantilever untuk lintasan selebihnya.

Jembatan Selat Sunda akan dirancang dengan konstruksi gantung yang melewati (dari timur ke barat) Pulau Ular, Sangiang, dan Panjurit. Salah satu bentang jembatan diprediksi selebar 3,5 kilometer melompati palung Selat Sunda, sehingga Jembatan Selat Sunda mengalahkan bentang Jembatan Selat Messina (antara Italia dan Pulau Sisilia). [149] 
Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan sarannya saya harapkan utuk membantu pengembangan website saya, Kritik dan Saran dapat disampaikan melalui kotak komentar atau Diskusikan Bersama

Berbagi artikel ini Ke : Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 20.22 and have 1 komentar

1 komentar:

  1. wesss sebuah kemajuan luar biasa untuk indonesia

    BalasHapus

Anybody is welcome to join tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, usia, orientasi seksual, dan difabelitas.